Jalan Rusak Menanti Perbaikan.
mahakammedia.wordpress.com 08/05/2009
tenggarong 13. 27 wita

kendaraan dinas milik pemkab kukar terlihat melintasi jalan rusak dan berlubang dikawasan jalan danau aji / foto:endi
Buruknya kondisi jalan di kota Tenggarong seakan tidak pernah mendapat perhatian yang serius dari pihak pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara dan kalangan anggota Legislatif Kukar.
Sudah sejak lama kondisi jalan yang berlubang dan ditambal seadanya menjadi pemandangan biasa bagi setiap pengendara pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi jalan Danau Aji.
Kendaraan milik pemerintah juga kerap terlihat melewati kawasan ini, namun hingga berita ini diturunkan belum terlihat adanya perbaikan berupa pengecoran badan jalan, padahal jalan ini merupakan jalur padat karena letaknya yang strategis antara Sekolah, Kantor Dinas, dan Pasar Tangga Arung.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, sebab sudah banyak pengguna kendaraan roda dua yang mengalami kecelakaan akibat terjatuh dalam lubang, ada sekitar empat titik rawan di kawasan ini.
Proyek pengecoran badan jalan untuk kawasan kota Tenggarong pun tidak jelas pengerjaannya, lihat saja pengecoran jalan Danau Aji hanya sampai dipertigaan jalan menuju Maduningrat, sementara itu jalan Kartini juga mengalami nasib yang serupa dan terhenti begitu saja.
Sementara itu kondisi jalan Danau Uwis juga tidak jauh berbeda dengan jalan Danau Aji, bahkan sudah lebih dari satu tahun jalan yang rusak dan berlubang tidak ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan, hanya warga sekitar lah yang berinisiatif menambal jalan yang berlubang dengan tumpukan tanah.
Kondisi serupa juga terlihat dibeberapa ruas jalan yang ada di kota Tenggarong, bahkan kondisi yang cukup parah berupa turunnya badan jalan terlihat di kawasan jalan Mayjen Panjaitan.
Lalu dimanakah perhatian pihak Pemerintah Kutai Kartanegara dan para anggota legislatif periode sebelumnya, besarnya APBD Kukar tahun 2009 senilai Rp 4,998 Triliyun seakan hanya menjadi ajang pamer kekayaan kepada kabupaten lain. Seharusnya penggunaan APBD peruntukannya sudah sangat jelas terutama menyangkut perbaikan sarana kepentingan publik.
Jalan rusak tidak hanya terjadi di Kota Tenggarong saja, banyak kondisi jalan dibeberapa kecamatan juga mengalami kondisi yang cukup parah, seperti desa Jonggon Kecamatan Loa Kulu, jalan dikawasan ini dikabarkan rusak parah akibat kendaaran alat berat milik perusahaan tambang kerap melintas di daerah ini.
Kepercayaan masyarakat tentu semakin hilang akibat tidak ada perhatian yang serius dari pihak Pemkab Kukar, termasuk kepercayaan terhadap kinerja para anggota legislatif periode sebelumnya, seharusnya para anggota dewan yang di gaji menggunakan uang rakyat sudah selayaknya bekerja untuk kepentingan masyarakat Kukar.
Kini masyarakat Kukar menanti keseriusan para anggota legislatif yang terpilih untuk memperbaiki dan memperjuangkan kondisi Kutai Kartanegara kearah yang lebih baik. Jika tidak akan semakin banyak warga yang enggan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang akan datang.(en)


Loading...
Benar mas jalan dikaltim rata-rata rusak parah, saya disamarinda saja sering kesulitan karena jalan rusak yang tidak diperbaiki, pemerintah pusing mikirin pemilu jadi lupa sama jalan rusak
Catur Ariadie - 24 f,09 at 10:59 am
entah sampai kapan kondisi jalan yang rusak akan menjadi pemandangan sehari-hari, sejak dulu hingga sekarang sebagai warga masyarakat kita diwajibkan membayar pajak yang notabenenya digunakan untuk kepentingan masyarakat juga, tapi faktanya kita belum bisa sepenuhnya menikmati hasil dari pajak yang kita bayarkan, di wilayah tenggarong dan samarinda masih kerap kita temui jalan yang rusak. padahal aparat pemerintah juga kerap melintasi jalan tersebut, bahkan seringkali kita dengar terjadi kecelakaan akibat pengguna kendaraan roda dua yang terjatuh karena kondisi jalan rusak dan berlubang. lalu dimanakan perhatian pemerintah kita?
mahakammedia - 24 f,09 at 12:44 pm
Kondisi jalan menuju bukit pariaman (Spari-1), Tenggarong Seberang kondisinya sangat mengkhawatirkan.Jalan yang sempit, lubangnya hampir memutus jalan serta volume dan ukuran mobil yang besar membuat resiko kecelakaan kendaraan yang melintas sangat besar. Jalan tersebut merupakan jalan akses utama antar kecamatan dan akses utama bagi lebih dari 7 perusahaan tambang yang karyawannya sebagian besar berdomisili di samarinda. Dimanakah orang dinas pekerjaan umum baik tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan, mereka mungkin lebih memilih memuluskan mobil mereka dengan uang rakyat daripada memuluskan jalan untuk rakyat.
Cece S - 26 f,09 at 3:24 pm
Jelek nya infrastruktur di kukar ini sudah seyogyanya dicari penyelesaian. kondisi ini hampir sama sewaktu saya kecil di pulau jawa 30 tahun lalu. Saya sebagai pengguna jalan lebih memilih membayar tiket jalan tapi mendapat kenyamanan dan hemat waktu daripada gratis tapi tersiksa. Kalau memang pemerintah kabupaten yang kaya ini tidak mampu membiayai, menyerhakannya ke pihak swasta untuk di kelola dengan lebih serius tak perlu malu, itu pun kalau ada yang mau, atau mungkin takut kehilangan celah untuk mendapatkan income yang tidak halal dari proyek yang besar?.
Cece S - 26 f,09 at 3:42 pm